Showing posts with label Tips dan Pengetahuan - Rumah. Show all posts
Showing posts with label Tips dan Pengetahuan - Rumah. Show all posts

Monday, May 19, 2014

10 Tips Mencari Agen Properti

Ketika Anda hendak menjual atau membeli sebuah properti, terdapat banyak faktor yang menentukan kesuksesan terjadinya transaksi, dan faktor terpenting adalah pergunakan jasa agen properti yang tepat. Tetapi bagaimana Anda memilih agen properti yang tepat untuk mewakili Anda atau rumah Anda?
Sebelum Anda bertanya pada teman atau mencarinya di internet, berikut adalah tips yang sebaiknya Anda pertimbangkan ketika memilih agen.
  1. Minta rekomendasi agen properti kepada orang-orang yang Anda kenal dan jangan lupa tanyakan juga beberapa hal kepada kenalan Anda tersebut. Berapa kisaran harga rumah yg mereka beli melalui sang agen? Atau bagaimana kisah sang agen sukses menjual rumah kenalan Anda? Pertanyaan ini penting karena agen tersebut mungkin bagus untuk mereka tetapi belum tentu bagus untuk Anda.
  2. Lakukan penelitian. Hampir semua website properti, termasuk RumahKu.com memiliki fasilitas review agen.
  3. Carilah Agen yang spesialis di area dan budget yang Anda hendaki. Jangan memilih agen yang menjual rumah-rumah seharga 10 milyar untuk membantu Anda mencarikan apartemen seharga 300 juta. Lihatkan iklan- iklan rumah dijual milik sang agen, apakah Anda menyukai foto-fotonya, deskripsinya? Dan coba hubungi sang agen apakah dia ramah dan dapat meluangkan waktu untuk Anda.
  4. Lakukan tanya jawab dengan sang agen. Tanyakan apakah strategi marketing yang akan digunakan untuk rumah Anda? Bagaimana dia akan melakukan negosiasi sehingga Anda dapat membeli rumah idaman dengan harga bagus? Mengapa sang agen adalah pilihan yang tepat untuk Anda? Siapa saja klien-klien sang agen?
  5. Jelaskan target Anda. Apa yang Anda inginkan dari sang agen? Jelaskan keinginan Anda dari awal sehingga tidak ada salah paham dikemudian hari.
  6. Pastikan Anda sering berkomunikasi dengan sang agen. Anda tidak perlu menjadi teman baiknya, tetapi Anda wajib berhubungan dengannya untuk meminta laporan sehingga tercipta hubungan bisnis yang baik.
  7. Jangan memilih teman atau keluarga. Anda tentu tidak menghendaki hubungan pertemanan atau persaudaraan Anda retak apabila terjadi kasus ketika proses jual beli rumah berlangsung. Jika Anda benar-benar serius di bidang properti, carilah seorang profesional yang jujur, bukan saudara sepupu atau saudara ipar Anda. Saudara tetap saudara tetapi bisnis tetaplah bisnis.
  8. Jangan memilih agen yang mewakili pihak pembeli dan pihak penjual sekaligus dari properti yang Anda kehendaki. Dia pasti tidak akan transparan dengan Anda.
  9. Jangan takut untuk memutuskan hubungan dengan sang agen. Jujurlah pada diri Anda sendiri dan tidak perlu merasa iba atau kasihan. Jelaskan kepada sang agen alasan-alasannya dengan penuh respek, tidak perlu emosi.
  10. Jangan terburu-buru dalam memilih agen karena akan ada klausul (perjanjian) tertulis yang bersifat formal. Baca baik-baik isi klausul tersebut dan tanyakan kepada sang agen apabila ada hal yang kurang jelas. Ingat bahwa Anda adalah klien, dan klien = RAJA.

by: Ray White dan rumah.com

Wednesday, October 03, 2012

Tips beli rumah bekas

  1. Usahakan untuk membeli rumah dari pemiliknya sendiri. Cara membeli rumah second yang terbaik adalah langsung dari pemiliknya sendiri/tanpa perantara, karena disana anda bisa memperoleh informasi secara detail tentang rumah yang hendak dibeli. Selain itu dengan membeli langsung, harganya akan lebih murah karena penjual tidak perlu memberi komisi kepada broker/perantara.
  2. Pilih broker/perantara yang tepat. Jika terpaksa anda harus membeli rumah melalui jasa broker/perantara, maka pilih broker yang sudah anda kenal/bisa anda percaya. Alternatif lain adalah dengan meminta referensi broker property dari saudara/relasi-relasi anda. Jika tidak, sebaiknya gunakan jasa broker porperty terkenal yang sudah memiliki kredibilitas baik, yang akan sangat membantu saat pengurusan dokumen jual beli, bahkan saat pengajuan KPR seandainya anda berencana membeli rumah tersebut dengan cara mencicil ke bank.
  3. Tanyakan usia bangunan rumah. Secara sederhana anda bisa mengklasifikasi usia bangunan rumah yaitu : baru (kurang dari 10 tahun), sedang (10 s/d 20 tahun) dan tua (lebih dari 20 tahun). Jika pernah dilakukan renovasi, tanyakan kapan terakhir kali dilakukan renovasi. Tentunya ini bukan patokan baku, karena tentu akan sangat dipengaruhi oleh kualitas bahan bangunan, tipe struktur dan kualitas pengerjaan yang dipergunakan pada rumah tersebut. Yang jelas, semakin tua usia bangunan maka performa-nya semakin menurun, dan berarti anda harus bersiap menganggarkan dana untuk merenovasi rumah tersebut.
  4. Cek lingkungan sekitar rumah. Dapatkan informasi tentang kondisi lingkungan sekitar rumah, terutama jika rumah itu hendak anda tempati bersama keluarga. Jangan sampai anda kecewa karena ternyata lokasi rumah tersebut sulit diakses, rawan keamanan, jauh dari sarana pendidikan atau bahkan ternyata sering kebanjiran !!
  5. Cek dokumen kelengkapan rumah. Periksalah keaslian sertifikat rumah (SHM), sertifikat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), bukti Pajak Bumi Bangunan (PBB) dan kemudian lakukan cross check pada semua dokumen tersebut. Apabila ternyata nama yang tertera disitu tidak sama dengan nama penjual rumah, tanyakan status hubungannya. Bila katanya belum dilakukan proses Balik Nama, mintalah Akta Jual Beli yang sah atas rumah tersebut. Untuk rumah yang berstatus harta warisan, tanyakan berapa banyak ahli waris sahnya. Poin ini penting sekali buat anda, demi menghindari masalah hukum yang tidak diinginkan di kemudian hari.
  6. Cek harga. Carilah informasi sebanyak mungkin tentang harga pasaran tanah dan rumah di sekitar lokasi rumah tersebut, sehingga anda bisa melakukan penawaran dalam kisaran harga yang sewajarnya. Terlebih-lebih jika anda berencana membeli rumah tersebut untuk kemudian menjualnya lagi.
  7. Cari info sebanyak-banyaknya baik dari situs jual beli rumah, koran, mengunjungi pameran rumah, hingga berputar-putar di area rumah temen atau sodara untuk melihat situasi lingkungan perumahan.
  8. Pastikan anda mengunjungi rumah yang di tuju, untuk mengetahui kondisi bangunan rumah, apakah ada tembok yang retak, atap bocor atau rembesan air hujan di tembok.

Tuesday, May 15, 2012

Biaya Jual beli Rumah

Biaya-biaya yang akan dikeluarkan selama pembelian rumah biasanya tidak jauh dari biaya-biaya dibawah ini:

1. Biaya Pembuatan IMB
Untuk membuat IMB (Izin Mendirikan Bangunan) biasanya hanya memakan biaya tak lebih dari 1 Juta bila kita urus sendiri sesuai jalurnya dan bersedia menuggu sesuai waktu yang ditentukan ( biasanya 2-3 minggu). Namun apabila kita menginginkan proses yang lebih cepat biasanya kita akan mendapatkan biaya tambahan (kurang dari 2 minggu, tergantung biaya). Biasanya bagi yang akan mengajukan kredit ke BANK akan meminta dipercepat dan pada biasanya para petugas yang mengurus IMB ini juga mengetahui tujuan dipercepat ini, sehingga mereka akan me mark-up harga mengingat tujuan pengajuan IMB ini adalah untuk mendapatkan dana segar dari bank. Yah, begitulah sifat dan mental para aparat kita walaupun tidak semuanya begitu.

IMB untuk tanah yang luasanya di bawah 250m2 (kalau ga salah) bisa dilakukan di Kelurahan dimana tanah itu berada dan tidak perlu ke BPN (Badan Pertanahan Nasional). Pengajuan IMB ada 3 jenis yaitu, IMB rumah baru, IMB renovasi dan IMB Rumah Lama.

Saturday, February 19, 2011

Penghijauan di perumahan

Kondisi pembangunan perumahan yang pesat cenderung untuk tidak mempertimbangkan faktor konservasi lingkungan dengan meminimalkan ruang terbuka hijau. Kondisi demikian menyebabkan terganggunya keseimbangan ekosistem perkotaan dengan meningkatnya suhu udara di perkotaan, serta pencemaran udara. Sumber pencemaran udara di kota besar Indonesia terutama disebabkan kegiatan transportasi, permukiman, persampahan dan industri.

Karbon dioksida (CO2) merupakan gas utama penyebab pemanasan global, yang akan berakibat pada perubahan iklim yang menyebabkan banjir dan kekeringan, perubahan ekosistem hutan dan daratan, dan kemudian berpengaruh pada kesehatan manusia. Tahun 1994, 83% peningkatan radiasi gas rumah kaca disebabkan oleh CO2, 15 % CH4 dan sisanya N2O dan CO (Ministry of Environment, 2001). Jumlah emisi CO2 terbesar di Indonesia disebabkan oleh deforestasi dan konversi lahan (74%), diikuti konsumsi energi (23%) dan proses industri (3%). Untuk mengatasi masalah ini,upaya yang dilakukan diantaranya adalah mengurangi konsumsi energi dan mencari energi alternatif yang lebih bersih, pembangunan ruang terbuka hijau, pembangunan permukiman yang berkelanjutan, dan sistem transportasi umum yang ramah lingkungan.

Tanaman mempunyai potensi dan fungsi ekologis menurunkan kadar CO2 pada saat melakukan aktivitas fotosintesis dengan mengubah CO2 dan air menjadi karbohidrat dan oksigen. Gas gas diudara akan didifusikan kedalam daun melalui stomata (mulut daun) pada proses fotosintesa atau terdeposisi oleh air hujan kemudian didifusikan oleh akar tanaman. Setiap tumbuhan mempunyai karakteristik yang berbeda dalam mengabsorpsi gas–gas tertentu di udara, sehingga dapat merupakan penyangga yang baik terhadap pencemaran udara.

Fungsi penghijauan di perumahan ditekankan sebagai penyerap CO2, penghasil oksigen, penyerap polutan (logam berat, debu, belerang), peredam kebisingan, penahan angin dan peningkatan keindahan (PP RI no.63/2002), dengan karakteristik : pohon-pohon dengan perakaran kuat, ranting tidak mudah patah, daun tidak mudah gugur serta pohon-pohon penghasil bunga/buah/biji yang bernilai ekonomis. Adapun faktor faktor yang berpengaruh terhadap potensi reduksi zat pencemar dan umur tanaman adalah jenis tanaman, kerimbunan dan ketinggian tanaman, jumlah emisi karbon, suhu, kecepatan angin, kepadatan dan ketinggian bangunan. Tanaman berdaun banyak akan lebih efektif menyerap polutan diudara dibandingkan tumbuhan berdaun jarang. Sedangkan daun tanpa lapisan lilin, berbulu atau berduripun akan lebih mudah menyerap gas-gas diudara

Adapaun jenis tanaman pereduksi dan tanaman produktif untuk perumahan antara lain ......

Tips memilih perumahan

MENCARI dan memilih perumahan seperti halnya mencari jodoh. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan ketika memilih lokasinya.

Orang Jawa sering kali menyamakan rumah dengan “pulung”, yakni anugerah bagi mereka yang memang berjodoh, menurut kepercayaan mereka, orang yang membeli rumah, baik rumah baru maupun second, berarti mendapat “pulung”.

Untuk bisa membeli rumah pun harus ada usaha tertentu dari orang yang bersangkutan karena rumah tidak tersedia begitu saja bagi mereka yang mampu membelinya.



Banyak pilihan
Karena membeli rumah harus “cocok” dengan pembeli, maka Anda yang berkehendak membeli rumah tentunya akan mencari rumah yang “cocok” dengan Anda. Saat ini ada banyak sekali rumah yang ditawarkan penjual, baik yang berada di dalam kompleks perumahan, maupun di luar kompleks perumahan. Rumah-rumah itu ditawarkan oleh banyak pihak, antara lain pengembang perumahan itu sendiri, broker properti, dan orang yang akan menjual rumahnya. Melihat fungsi rumah sebagai tempat berlindung dan ditinggali selamanya, maka memilih rumah harus dilakukan dengan langkah hati-hati dan bijak. Dengan tawaran yang beragam, pilihan Anda menjadi lebih luas.

Dalam memilih rumah di perumahan, yang perlu diingat adalah faktor lokasi sebagai faktor utama dalam memilih rumah. Setelah mendapatkan lokasinya, baru Anda menentukan perumahan mana yang akan Anda pilih.

Agar tidak salah langkah dalam memilih perumahan, berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilihnya......


Thursday, July 01, 2010

Mencegah Rayap

Rayap adalah musuh utama sebagian besar jenis kayu yang ada di Indonesia. Besarnya hanya 3 mm, beratnya 2,5 mg. Rayap termasuk jenis serangga purba, karena sudah ada sejak 200 juta tahun lalu. Rayap ada 3 kelompok ; rayap kayu kering, rayap pohon dan rayap tanah. Pada musim tertentu, hewan ini menjadi laron, terbang di bawah sinar lampu bersama pasangannya. Setelah melepaskan sayapnya, pasangan laron mencari tempat untuk membentuk koloni baru.

Walau bertubuh kecil, serangga ini termasuk jenis yang rakus. Satu ekor memerlukan makanan 0,24 mg setiap hari. Bayangkan, berapa kilogram kayu yang dihabiskan satu koloni rayap selama satu bulan.

Serangga ini merupakan biang kerok dari semua kerusakan kayu konstruksi bangunan di mana-mana. Mereka bekerja 24 jam, 7 hari seminggu, dan 54 minggu dalam setahun, mereka tak mengenal hari libur.
Adanya tempat yang lembab dan bau kayu yang basah akan memancing rayap dari dalam tanah menembus beton dan lantai semen dengan cepat menerobos lapisan keramik dalam upaya membangun istana idaman mereka. Ada tiga tujuan yang mendasari termite control service atau anti rayap yaitu mencegah, membasmi dan mengendalikan.

MENCEGAH
Langkah yang sangat bijaksana, karena dapat mengantisipasi serangan rayap yang berasal dari luar bangunan. Seandainya suatu ketika muncul laron-laron yang beterbangan saat senja hari dan salah satu dari mereka berhasil memperoleh tempat untuk bertelur, maka rayap yang berasal dari telur-telur laron tidak akan mampu memakan kayu-kayu yang telah terlindungi termitisida/obat rayap dan tidak bisa menembus lapisan tanah yang telah dilindungi oleh termitisida.
Mahalnya harga kayu dan sulitnya mendapatkan kayu yang berkualitas membuat orang berinisiatif untuk beralih menggunakan material alternatif lainnya. Setelah munculnya produk kusen berbahan aluminium dan daun pintu dari bahan pvc, lalu hadir pula rangka atap dari material baja ringan, dan kini ada lembaran papan fiber semen dengan motif urat kayu. Ini ada;ah satu cara menghidarkan kita berurusan dengan serangga gemuk pemakan kayu.
Tentu saja material pengganti tersebut tidak lebih murah dari bahan kayu itu sendiri. Bahkan, bahan itu cenderung lebih mahal, semisal rangka atap dari bahan baja ringan.

MEMBASMI
Biasanya dilakukan oleh Anda yang belum mengetahui dan mengerti termite control service. Hal ini wajar karena mungkin Anda menganggap service ini tidak penting.

MENGENDALIKAN
Tujuan akhir yang benar-benar jangan sampai terjadi, karena hal ini dikarenakan pelaksanaan service yang sangat terlambat dan rayap sudah menyebar ke seluruh bagian bangunan anda. Rayap tidak mungkin terbasmi atau dapat dihilangkan secara total, karena jalur lalu lintas rayap benar-benar luas dan tersembunyi. Namun demikian service yang peroleh dapat memperpanjang usia bangunan Anda dan mengendalikan serangan rayap agar tidak menimbulkan kerusakan fatal.
Secara garis besar pelaksanaan termite control dilakukan dalam 2 (dua) macam metode, yaitu :

1. Pre-construction termite control (metode pra konstruksi)
Yaitu termite control yang dilakukan saat bangunan sedang dibangun, yang meliputi pekerjaan penyemprotan galian pondasi, penyemprotan seluruh permukaan lantai/tanah bangunan sebelum pengecoran, dan penyemprotan seluruh permukaan kayu-kayu sebelum dipasang pada konstruksi plafond dan atap.

2. Pos construction termite control (metode pasca konstruksi)
Yaitu termite control yang yang dilakukan pada bangunan yang sudah berdiri dengan jalan menginjeksikan termitisida/obat pembasmi rayap ke dalam tanah dibawah lantai sepanjang pondasi bangunan yang jarak antar lubang injeksinya + 60 - 80 cm, dengan diameter lubang max. 13 mm. Sedangkan untuk kayu-kayu yang telah terpasang dilakukan penyemprotan langsung dengan termitisida.

(Dari berbagai sumber)

Thursday, July 16, 2009

Estate Management

Sebelum memutuskan untuk membeli rumah atau apartemen, sangat penting untuk mempertimbangkan aspek kualitasnya. Baik itu kualitas fisik calon hunian, akses jalan ke dan keluar hunian, keamanan maupun lingkungan disekitarnya.

Itulah gambaran lingkup kerja Estate Management (EM), yang mestinya diketahui sebelum menentukan untuk membeli hunian. EM bukan hanya berlaku bagi kawasan apartemen. Situasi dan kondisi saat ini pun, sejatinya, EM diperlukan bagi perumahan khususnya yang berkonsep regency.
Sudah seharusnya EM dijalankan oleh pengembang, mulai manajemen pengelolaan sampah, keamanan, pertamanan, keberlangsungan fasilitas umum dan sosial, serta komunitas pemilik hunian. Kondisi fisik lingkungan sangat berpengaruh besar dalam memengaruhi nilai jual suatu hunian.

Berkenaan dengan hal tersebut, perlu diketahui sebanyak-banyaknya informasi jangka panjang terkait kawasan pengembangan selanjutnya. Segala perencanaan / masterplan, langkah dan upaya pengembang tentunya.

Berikut adalah beberapa wacana yang bisa jadikan referensi terkait Estate Management:

1. EM bisa dijadikan kesimpulan, apakah kawasan berubah atau tidak dari masterplan-nya.


2. Berangkat dari keinginan pengembang menjaga konsistensi masterplan, pihak pengembang mestinya menjalankan EM dengan penuh perhatian dan penanganan khusus. Jika tidak dilakukan, akan potensi perkembangan kawasan tersebut menjadi tidak teratur dan terkesan liar.

3. Tanpa penanganan EM yang baik, tidak jarang sebuah kawasan hunian terlantar dan beralih fungsi, sebutlah yang kini merebak, sebagai tempat usaha misalnya.

4. Lemahnya pengawasan EM akan menyebabkan bangunan hunian melanggar ketentuan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) atau Garis Sepadan Bangunan (GSB). Hal ini terkait keinginan dan cita-cita memiliki hunian di lingkungan yang selalu rapi, asri, dan aman.

5. Selama kawasan hunian masih berdiri, peran EM tidak hanya akan sebagai pengawas tetapi juga pengelola kawasan hunian penyedia berbagai jasa yang Anda butuhkan sebagai warga kawasan terkait.

6. Ingatlah satu hal, bahwa mempertahankan dan meningkatkan nilai sebuah kawasan hunian tidak cukup hanya berdasarkan desain atau bentuk bangunannya yang menarik, melainkan juga nilai kawasan yang nyaman ditinggali sebagai nilai tambah di masa selanjutnya.


Thursday, May 14, 2009

Tips untuk renovasi rumah dengan hemat

Apa saja tips untuk renovasi rumah dengan hemat? Berikut ini beberapa tips yang mungkin dapat membantu untuk renovasi rumah dengan hemat dan berkualitas:

Tentukan konsep tentang renovasi secara matang
Pada tahap ini, kita menentukan bagian rumah mana saja yang ingin kita perbaiki, bagaimana desainnya, apakah kita akan menggunakan kembali material lama atau tidak. Bila ingin menggunakan material lama tentu harus dibongkar secara hati-hati agar tidak rusak. Sedangkan menentukan desain berguna agar hasilnya sesuai dengan yang kita inginkan. Karena bila hasil tidak sesuai, kita harus membongkarnya sehingga biaya yang dikeluarkan lebih banyak. Dengan mengetahui konsep dengan matang juga membantu tukang mengerjakan dengan lebih cepat.

Tentukan bahan bangunan dan kualitas material bangunan yang akan digunakan
Bila memang dana kita terbatas, tidak ada salahnya kita menggunakan barang-barang berkualitas sedang atau barang bekas. Bila kita memilih dengan cermat, kita dapat menemukan barang bekas tapi berkualitas baik.

Penggunaan barang-barang berkualitas sedang misalnya untuk keramik lantai, kayu-kayu, kusen, atau cat interior. Keramik yang dipasang dengan teknik yang baik dapat menghasilkan lantai yang indah walaupun menggunakan keramik kualitas sedang. Sedangkan bagian-bagian yang wajib menggunakan barang-barang dengan kualitas baik adalah pada bagian fondasi rumah, pipa air yang ditanam, struktur bangunan, rangka atap. Dapat dibayangkan bila pada bagian tadi terjadi kebocoran atau rusak, tentu kita harus membongkar lagi yang berarti perlu mengeluarkan uang lagi. Untuk cat eksterior juga disarankan menggunakan kualitas baik karena bagian luar rumah biasanya terkena hujan, teriknya matahari atau udara lembab.

Menghilangkan satu bagian pekerjaan renovasi
Yang dimaksud disini adalah kita tidak melakukan satu bagian pekerjaan, sehingga waktu yang digunakan lebih cepat dan dapat menghemat biaya. Misalnya : Tembok tanpa diplester yang dapat membuat tembok tampak alami, atau mengecat tanpa di plamur.

Pemilihan cara pembayaran
Cara pembayaran umumnya terbagi dua, yaitu borongan dan harian. Bila memang kita sudah pasti apa yang akan direnovasi dan kita sudah mengetahui konsep renovasi secara matang, maka lebih baik kita menggunakan sistem borongan. Sebaliknya, bila konsep renovasi kita belum jelas kita dapat membayar tukang secara harian.

Pilih waktu yang tepat untuk renovasi
Renovasi sebaiknya jangan dilakukan saat musim hujan, karena pada musim ini tukang yang mengerjakan dapat menemui kesulitan. Selain itu, untuk bagian yang berada di luar yang sedang direnovasi menjadi sulit kering dan bahkan bisa menjadi rusak.

Griya


Friday, April 24, 2009

Menyiasati Keterbatasan Ruang tamu

Ruang tamu merupakan penentu dan kesan pertama dari penilaian rumah secara keseluruhan. Jika ruang tamunya tidak terlihat rapi, maka penilaian orang akan langsung menganggap si penghuni rumah pun berkarakter seperti itu.

Bagi Anda yang kebetulan memiliki rumah type kecil dan tidak memiliki ruang tamu yang cukup luas, tak perlu berkecil hati. Untuk meraih ruang tamu yang nyaman, memang tak hanya membutuhkan kejelian, tapi juga siasat dan kecerdasan.

Furniture yang ramping
Hal pertama yang perlu dilakukan, adalah menentukan jenis furniture dan aksesoris yang akan digunakan. Cobalah pilih sofa, meja dan kursi yang berukuran sedang dengan disain yang tidak rumit (sederhana). Furniture yang simetris dan tak banyak ornamen, akan mengurangi kesan berlebihan. Bila perlu, carilah jenis furniture yang ramping dan mungil. Bisa juga menggunakan dua buah sofa dengan meja kaca trasparan, atau kursi-kursi kayu rotan yang berdesain ramping.

Komposisi warna yang sepadan
Kombinasikan cat dinding ruang tamu dengan aksesoris pendukung yang ada diruangan tersebut. Cari warna yang senada dengan jenis furniture. Memadupadankan komposisi ruangan, adalah salah satu cara untuk menambah suasana lebih indah. Perpaduan warna dan bahan material yang digunakan, kadang menambah ruang tamu terasa lebih hidup. Melalui keseragaman warna, diharapkan ruangan yang relatif sempit menjadi terkesan lega.

Lakukan permainan warna
Kesan lega juga bisa disiasati dengan melakukan permainan warna-warna lembut, seperti putih, krem, kuning gading, kuning lime dan turquoise. Warna-warna ini umumnya mudah dikombinasikan dengan berbagai jenis furniture. Agar dapat memberikan sentuhan visual yang lebih dinamis dan menarik, Anda bisa menambahkan warna-warna terang, seperti merah atau hijau lime.

Gunakan aksesoris kecil
Selain itu, aturlah aksesoris di ruang tamu yang tidak menghalangi lalu lintas dan aman bagi anak-anak. Jangan letakkan rak atau lemari-lemari besar dalam ruang tamu sempit Anda. Cukup gunakan aksesoris-aksesoris kecil yang sesuai dengan warna ruangan, bila ingin membuat ruang tamu mini menjadi lebih cantik.

Sumber: IKEA

Wednesday, April 08, 2009

Air tanah dan Permasalahannya

Perumahan di sisi barat (kanan) jalan raya Surabaya - Sidoarjo, cenderung mempunyai air tanah yang lebih baik (tidak payau) daripada perumahan yang berada di sisi timur. Akan tetapi sebaik-baiknya kualitas air tanah disisi barat, masih saja muncul permasalahan-permasalahan seputar air tanah (sumur). Diantaranya adalah air yang dihasilkan berwarna jernih tapi apabila diendapkan agak lama akan berwarna kuning dan diatas air dan nampak seperti berminyak.

Berdasarkan dari uraian diatas dapat dipastikan daerah ini dulunya adalah daerah pertanian atau persawahan yang subur, ciri daerah persawahan ini mempunyai infiltrasi yang rendah, serta mempunyai kandungan besi yang tinggi (fe). Kandungan ini dihasilkan dari proses pembajakan sawah selama bertahun-tahun lamanya, karena tanah yang diolah dalam kondisi basah, maka besi (Fe2O5) akan turun ke bawah pada lapisan tanah yang tidak diolah, efek sampingnya tanah yang tidak diolah menjadi mengeras, sehingga mengakibatkan terjadinya kedap air. Air yang mengandung besi tinggi apabila bersentuhan dengan udara yang mengandung oksigen akan menghasilkan warna kecoklatan.

Bagaimana Cara Mengujinya ?
Secara umum biasanya air tanah itu jernih, tapi ternyata memiliki kandungan logam yang berbeda-beda, termasuk kandungan zat besinya, air yang memiliki banyak kandungan logam besi termasuk air yang tak layak konsumsi.
Untuk menguji tingkat kandungan zat besi air tanah, dapat dengan cara menuangkan air tanah kedalam gelas bening lalu tuangkan sedikit air teh tawar, dan dalam sekejab terlihat hasilnya. Apabila setelah diberi air teh tawar hasilnya menjadi semakin pekat (lebih hitam) maka semakin tinggi tingkat kandungan besinya. Sebagai pembanding gunakan air prigen / aqua yang diperlakukan dengan cara yang sama seperti diatas.

Bagaimana Cara Mengatasinya ?

Cara yang paling sederhana untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan media filterisasi, dimana salah satu medianya adalah menggunakan karbon aktif yang dapat dibeli di pasaran, karbon aktif juga dapat digantikan dengan media arang tempung kelapa. Karbon aktif ini berfungsi untuk mengurangi warna air serta untuk mengurangi rasa / bau yang ditimbulkan oleh air. Penambahan kapur pada air juga dapat berfungsi untuk menetralkan rasa air menjadi tawar, karena kapur dapat meningkatkan pH air menjadi netral. Selain itu kapur juga dapat mempercepat proses terjadinya penggumpalan (koagulasi) sehingga air cepat jernih, karena flok-flok (butiran yang melayang di dalam air) akan cepat mengendap dan menghasilkan lumpur yang siap dibuang. Sistem penyaringan ini dikenal dengan sebutan penjernihan air secara kimiawi

Bagaimana Cara Membuatnya ?

1. Bahan Dan Peralatan

* 2 (dua) kg karbon aktif

* 3 (tiga) kg ijuk

* pasir halus

* batu kerikil

* bubuk kapur 10 gram

* tawas 10 gram

* 2 (dua) buah drum bekas
* 2 (dua) buah kran ukuran ½ cm


2. Pembuatan

* Lubangi kedua drum 5 cm dari bagian bawah, dan diberi kran. Drum I untuk bak pengendapan, drum II untuk bak penyaring.
*Letakkan drum I lebih tinggi dari drum II hubungkan kedua drum tersebut, lihat gambar.
* Isilah drum II (bak penyaringan) berturut-turut dengan batu kerikil setebal 5 cm; arang setebal 5 cm; ijuk setebal 5 cm dan pasir halus setebal 15 cm (lihat gambar)
* Isilah drum I (bak pengendapan) dengan air yang akan dijernihkan. Bubuhi dengan 10 gram tawas (untuk 100 liter air) kemudian aduk selama 5 menit. Tambahkan bubuk kapur sebanyak 10 gram, kemudian aduk perlahan-lahan selama 2-3 menit. Tujuan mengaduk, agar butir-butir lumpur menjadi besar dan mengendap.

3. Penggunaan
* Lakukan proses pengendapan ini pada waktu malam hari sehingga pada waktu pagi hari, air dapat dialirkan ke bak penyaringan dan siap untuk dipakai.

* Buka kran pada bak penyaringan untuk mendapatkan air yang bersih.

4. Pemeliharaan

* Bersihkan endapan lumpur pada bak pengendapan sesering mungkin.
* Apabila jalan air pada drum/bak penyaringan kurang lancar, cucilah pasir kerikil dan ijuk sampai bersih.
* Apabila air bersih yang dihasilkan pada bulan berikutnya airnya terasa bau lagi, gantilah karbon aktif dengan yang baru.

5. Keuntungan
* Dapat digunakan untuk air sungai, rawa, sumur, sawah dan telaga.

* Menghasilkan air yang jernih, tidak berbau, tidak asam, tidak payau.

6. Kerugian
* Air tidak dapat dialirkan secara teratur.
* Hanya dapat menjernihkan air dengan jumlah tertentu saja.
* Bak harus sering dibersihkan.
* Cara ini tidak dibenarkan untuk air yang tercemar bahan kimia buangan air pabrik.

bennysyah.edublog dan berbagai sumber

Thursday, March 26, 2009

Memilih warna untuk rumah

Pilihan warna cat dinding rumah, sekarang ini hampir tidak ada batasnya. Apabila kita pergi ke Mitra 10, atau Depo Bangunan, Anda akan menjumpai counter khusus untuk mengoplos atau membuat kombinasi warna cat sesuai keinginan. Anda. Bagaimana rumus memilih cat tembok?

Tidak ada rumus umum tentang pilihan warna cat rumah, pilihan warna cat adalah sebuah seni dan dalam seni ada kebebasan. Warna cat rumah atau ruang terutama mencerminkan kepribadian dan gaya hidup pemilik atau pemakainnya. Namun begitu, ketika Anda memilih warna cat rumah, sebaiknya pertimbangkan ruang mana yang akan dicat: ruang tidur, ruang tamu, eksterior (ruang luar), atau ruang keluarga. Beberapa hal berikut sebaiknya Anda perhatikan:

Ukuran Ruang – ruang yang lebih kecil akan kelihatan lebih besar dengan warna muda pada dinding dan warna netral untuk furniture. (Sisihkan warna-warna cerah untuk pola-pola yang menarik dari asesoris urang seperti bantal sofa, pot bunga, kap lampu, atau lukisan/gambar). Anda dapat menggunakan cat bertekstur bila tidak ada banyak pola untuk dekorasi ruang.

Lokasi Bangunan– kontraktor cat yang berpengalaman umumnya menyarankan agar ruangan di rumah daerah tropis dengan warna sejuk atau atau netral. Warna dinding bernuansa hijau, biru atau ungu akan membangun perasaan sejuk.

Lokasi Ruangan – ruangan yang menghadap utara, barat laut atau barat daya cenderung mendapatkan sinar mahatahari tidak langsung. Warna cat dinding ruang yang tidak langsung mendapat sinar matahari sebaiknya menggunakan warna yang lebih hangat seperti warna yang bernuansa kuning (yellow chiffon), coklat, soft peach. Untuk ruangan yang banyak menerima sinar matahari, Anda sebaiknya mengurangi tone warna dan menggunakan warna sejuk seperti warna bernuansa hijau, biru, abu-abu atau lavender.

Tipe ruang – kamar tidur untuk orang dewasa biasanya menggunakan warna yang nyaman, kalem dan tenang – yang kondusif untuk tidur. Untuk kamar Anak biasanya dipilihkan warna yanglebih menstimulus yaitu warna cerah.Warna ruang kantor biasanya menggunakan warna yang hangat dan warna-warna dasar.

Bentuk ruang – ruang yang panjang dan sempit akan kelihatan lebih lebar bila salah satu sisi atau kedua sisi yang lebih pendek diberi warna cat yang cerah atau gelap; sementara sisi yang lain menggunakan warna pucat yang matching. Untuk uangan berbentuk kotak tanpa jendela besar, atau focal point dapat ditambahkan suatu warna dengan aksen kuat disalah satu dindingnya. Hal ini akan membuat ruangan lebih berkarakter dan lebih menarik. Misalnya: tiga dinding berwarna putih dan satu dinding diberi cat unggu.

Tinggi ruang – warna putih pada plafon akan menambah kesan tinggi, dan warna gelap pada plafon akan memberi kesan ruangan lebih pendek. Ruangan besar dengan plafon yang tinggi akan terasa lebih nyaman bila dibuat drop ceiling dengan aksen tertentu seperti wallpaper pada tepinya, baik di atas maupun bagian bawah dinding.

Ada banyak warna yang bisa dipilih selain warna dasar. Salah memilih warna dapat diyakini mendapat efek yang tak diinginkan. Banyak restaurant (rumah makan besar) mengecat dinding interiornya dengan warna merah, karena diyakini warna merah secara phsycologi dapat menggugah rasa lapar serta membuat nafsu makan bertambah.

Leatrice Eisman, seorang konsultan warna dan penulis buku More Alive With Color, memberi arti dari warna-warna sebagai berikut:

Biru
Arti: kesetiaan, ketenangan, sensitif dan bisa diandalkan.
"Biru memiliki arti stabil karena itu adalah warna langit," kata Eisman. Meski langit kelabu dan akan hujan, kita tahu di atas awan-awan itu warna langit tetaplah biru.

Keabu-abuan
Arti: Serius, bisa diandalkan dan stabil
Warna abu-abu adalah warna alam. Di luar sana warna abu-abu merupakan warna yang permanen, misalnya batu atau karang.

Merah muda
Arti: Cinta, kasih sayang, kelembutan, feminin
Warna yang disukai banyak wanita ini menyiratkan sesuatu yang lembut dan menenangkan, tapi kurang bersemangat dan membuat energi melemah.

Merah
Arti: Kuat, berani, percaya diri, gairah
Merah adalah warna yang punya banyak arti, mulai dari cinta yang menggairahkan hingga kekerasan perang. Warna ini tak cuma memengaruhi psikologi tapi juga fisik. Penelitian menunjukkan menatap warna merah bisa meningkatkan detak jantung dan membuat kita bernapas lebih cepat.

Kuning
Arti: Muda, gembira, imajinasi
Warna kuning akan meningkatkan konsentrasi, itu sebabnya warna ini dipakai untuk kertas legal atau post it. Kuning juga merupakan warna persahabatan. Jadi Anda sudah bisa menebak jika si dia memberi mawar kuning saat Valentine.

Hitam
Arti: Elegan, kuat, sophisticated
Hitam punya reputasi buruk. Warna ini dipakai oleh para penjahat di komik atau film. Hitam juga melambangkan duka dan murung. Tapi, hitam juga punya sisi lain, misalnya saja untuk menyatakan sesuatu yang abadi, klasik, dan secara universal dianggap sebagai warna yang melangsingkan.

Hijau
Arti: Kesejukan, keberuntungan, dan kesehatan.
Hijau melambangkan alam, kehidupan, dan simbol fertilitas. Para pengantin di abad 15 menggunakan gaun pengantin berwarna hijau.

berbagai sumber

Friday, March 13, 2009

Bijak Memilih Air Conditioner

Temperatur udara yang panas membuat sebagian warga mau tidak mau menambah daftar kebutuhan primer-nya, yaitu Air Conditioner (AC) atau penyejuk udara. Namun kebanyakan orang masih belum mengerti benar cara memilih produk yang sesuai.
Diantaranya memilih kapasitas AC yang tidak pas dengan ukuran ruangan. Sehingga bukan kesejukan yang didapat, tapi udara ruangan yang tetap panas atau bahkan membengkaknya tagihan listrik. Apabila saat ini Anda berencana membeli sebuah perangkat AC untuk di rumah, mungkin beberapa tips di bawah ini bisa membantu:

1. Hitung luas ruangan

Sebelum membeli AC, sebaiknya Anda mengukur dulu luas ruangan untuk mengetahui kapasitas AC yang dibutuhkan.
Berikut adalah rumus perhitungan yang bisa Anda terapkan:

P x L x (T/3) x 0,07 = _______ PK


P = panjang ruangan
L = lebar ruangan
T = tinggi ruangan
Contoh: jika panjang ruangan 10 meter, lebar ruangan 5 meter dan tinggi ruangan 2 meter maka kapasitas AC yang dianjurkan untuk ruangan tersebut adalah 2,3 PK.

2. Hitung kapasitas AC
Perhatikan kapasitas sebuah AC yang tercantum dalam BTUH (British Thermal Unit Per Hours). Satuan BTUH tersebut menentukan kapasitas sebuah AC menarik/menyerap panas dalam satu jam. Karena pada dasarnya AC bekerja dengan cara menarik panas dari ruangan dan bukan mendinginkannya, jadi sebutan yang tepat untuk AC adalah penyerap panas, bukan pendingin ruangan.

3. Pilih AC yang mempunyai converter

Converter pada AC berfungsi untuk mengatur beban listrik. Jadi, pada saat suhu dalam ruangan cukup sejuk, secara otomatis AC akan mengurangi beban pendinginan tetapi masih dalam posisi menyala (ON). Seperti kita ketahui daya listrik AC terbesar adalah pada saat Start.

4. Tentukan merk AC
Jangan tergiur dengan harga yang murah. Di pasaran, Anda akan menemukan AC 1/2 PK merek tertentu yang konsumsi dayanya hanya 340 watt, sementara AC 1/2 PK merk lain konsumsi dayanya 800 watt. Misalnya AC 1/2 PK merk A konsumsi dayanya 355 watt dengan harga beli Rp 2.400.000,-, sedangkan AC merk B konsumsi dayanya 800 watt dengan harga beli Rp 2.000.000,- dan dua-duanya memilki kapasitas yang sama yaitu 5000 btu/h. Bila hanya dengan melihat harganya, Anda tentu akan memilih AC merk B yang harganya lebih murah. Namun kalau Anda mau sedikit beruntung, selisih daya 800W-355W = 445 Watt, harus Anda bayat mahal setiap bulannya. Kalau kita asumsikan sehari AC dihidupkan 8 jam dan harga per kWh PLN = Rp 600 maka per harinya Anda sudah membayar 0.445 kWh x 8 jam x RP 600,- = Rp 2.136 lebih mahal. Dengan demikian dalam sebulan Anda harus membayar dengan selisih 30x Rp 2.136 = Rp 64.080,- lebih mahal.


5. Perhatian bagian kipasnya
Semakin lebar kipas, semakin kencang angin yang berhembus. Selain itu, AC yang memiliki kipas yang
lebar tidak akan menimbulkan suara berisik. Evaporator yang lebar pada AC juga menandakan kipas pada blower eksternal lebih besar. Ini diperlukan untuk keseimbangan kinerja mesin. Dan akan lebih baik lagi bila kipas tersebut bergerigi karena dapat membuat turbulansi menjadi tidak berisik.

6. Pertimbangkan fitur-fitur tambahan yang berguna bagi kesehatan

Saat ini sudah ada AC dengan fitur yang mampu membasmi kuman. Bahkan ada juga yang mampu menyaring partikel debu yang sangat halus termasuk bakteri. Jadi AC tidak lagi hanya menyejukkan ruangan, tapi juga bisa menyehatkan.

7. Perhatikan tata letak pemasangan AC
Suhu udara yang dikeluarkan oleh AC akan sangat tergantung dari panas ruangan. Faktor yang mempengaruhi panas ruangan antara lain luas ruangan, luas dinding, bahan pembuat dinding, jumlah lampu, jumlah penghuni ruangan, arah kedatangan sinar matahari dsb.


8. Memilih jenis AC.
Berdasarkan jenisnya ada 4 jenis AC yang sering dipergunakan pada rumah tangga yatiu split, window, cassette dan Standing AC.
a. Jenis AC Split
memisahkan bagian ‘ruang dalam’ (indoor) dengan ‘ruang luar’ (outdoor). Noise yang dihasilkan ketika pendingin bekerja menjadi lebih lembut karena letaknya yang terpisah. Cocok untuk ruangan yang membutuhkan ketenangan, seperti ruang tidur, ruang kerja atau perpustakaan.

b.Jenis AC Window
biasanya meletakkan posisi indoor dan outdoor bersatu dalam sisi yang berlawanan. Biasanya dipilih karena pertimbangan keterbatasan ruangan, sepreti pada rumah susun. Dan oleh karena bentuknya yang biasanya besar, jenis AC ini relatif lebih aman dari pencurian.

c. AC jenis Cassette
cenderung lebih sulit dalam pemasangannya. Biasanya cocok untuk dipasang di sebuah gedung bertingkat (berlantai banyak).

d. Standing AC
jenis AC ini cocok dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan situasional dan mobile karena fungsinya yang mudah dipindahkan, seperti seminar, pengajian outdoor dsb.


9. Sesuaikan dengan nuansa interior rumah Jika Anda seorang yang peduli terhadap interior rumah, maka pilih AC yang mendukung nuansa interior rumah Anda.

(berbagai sumber)

Tuesday, March 03, 2009

MENYIASATI KELEMBABAN DINDING

Dari jauh, rumah Si A. terlihat sangat menarik. Desainnya minimalis modern, gaya yang sedang tren sekarang ini. Ada pula permainan garis-garis pada temboknya, yang serasi dengan pagar hitamnya. Tapi kalau dilihat lebih dekat lagi dan lagi… Anda pasti kecewa. Temboknya tak seindah desain rumahnya, penuh dengan bercak-bercak dan belang-belang seperti panu. Mau tahu sebabnya? Si biang keroknya tak lain adalah kelembaban.

Kelembaban, ibarat musuh dalam selimut bagi dinding. Banyak masalah yang timbul karena kelembaban itu. Pada struktur, kelembaban bias merusak struktur itu sendiri. Kalau terjadi pada kayu akan menyebabkan kayu itu menjadi lapuk. Nah, kalau kelembaban ada pada dinding, dinding bisa timbul noda putih. Ujung-ujungnya, lapisan cat dan plester mudah terkelupas.

Kenali Sumbernya
Sebelum mengatasinya, yang mesti kita lakukan terlebih dahulu adalah mengenali si penyebab kelembaban. Pada dasarnya, kelembaban di dinding bisa terjadi jika ada air yang masuk ke dalam pori-pori bahan pembentuk dinding (misalnya bata dan batako). Jika air tersebut tidak mendapatkan sinar matahari atau terhambat dalam pelepasannya, dia akan menetap di bata. Dinding pun menjadi lembab. Lalu, dari mana air itu berasal? Air yang terserap ke dalam dinding ini bisa berasal dari 5 jalur yang berbeda.

1. Air yang berasal dari proses konstruksi. Pada waktu membuat dinding, kita memerlukan sejumlah air untuk mencampur bahan-bahan. Jika pengeringan sempurna, dinding akan terhindar dari kelembaban. Untuk informasi, dalam pembangunan sebuah rumah berukuran sedang dibutuhkan air sebesar 4000 kg, dan benar-benar kering dalam waktu 1 tahun.

2. Air hujan yang masuk ke dalam bangunan. Ada beberapa celah yang memungkinkan air hujan masuk. Di atap, air bias masuk melalui dak beton yang bocor, karpus (bubungan) yang rusak, susunan genteng yang tidak benar (misalnya tidak rapat sehingga ada celah di antara genteng yang memungkinkan air lewat) atau bias juga melalui celah sambungan tembok dengan bangunan tetangga, atau bias juga dari bagian lain, misalnya dari tembok luar yang masih terbuka dan tidak dilapisi dengan bahan waterproofing. Bisa juga lewat sambungan kusen/ jendela pintu yang tidak rapat atau sealent pada kaca yang tidak rapat.

3. Air yang merembes dari tanah dan naik ke dinding melalui pondasi. Daya serap tanah yang rendah terhadap air hujan akibat kurangnya pepohonan menyebabkan air tanah merembes melalui celah-celah pondasi sehingga tembok menjadi lembab dan basah. Hal ini kerap terjadi pada saat musim hujan di mana permukaan air tanah cenderung menjadi lebih tinggi.

4. Kebocoran pada pipa air bersih dan air kotor. Kebocoran pada talang atau pipa pembuangan air hujan juga bisa menjadi penyebabnya. Jika ini terjadi , air akan menetes ke tembok dan lumut bias tumbuh dengan mudahnya.

5. Kebocoran pada saluran pembuangan air AC. Beberapa orang menanam saluran pembuangan air AC di dalam tembok. Jika sambungannya tidak sempurna atau mungkin terkena paku, air akan merembes ke dalam tembok dan menyebabkan tembok lembab.

Bagaimana Mengatasinya?
Dinding rumah yang lembab bisa dideteksi dengan indera kita. Kalau dinding terasa dingin saat disentuh tangan, itu artinya dinding memiliki kandungan air yang banyak. Jika sudah parah, dinding akan belang dan bisa tumbuh jamur dan lumut. Untuk mengatasi dinding yang lembab, rasanya gampang-gampang susah. Saat membangun rumah, kita bisa melakukan perencanaan yang baik sehingga tidah mudah meresap ke dinding.

* Buatlah bangunan lebih tinggi dari permukaan tanah di sekitarnya, kira-kira 20-30 cm. Ketinggian ini bisa menjauhkan dinding dari air yang mungkin menggenang di permukaan tanah di bawahnya.
* Untuk sloof, kamar mandi dan areal basah lainnya, buatlah trasraam (dinding bata dengan perekat adukan yang kedap air), biasanya dibuat dengan meningkatkan campuran semennya). Lebih baik lagi jika lapisan akhirnya adalah Mowilex Alcaproof sehingga perembesan air ke dalam dinding bias dicegah.
* Cegah kontak langsung dinding dengan air hujan. Caranya ialah dengan membuat overstek atau teritisan dengan lebar minimal 1,2 meter.
* Periksalah secara berkala pipa-pipa AC dan saluran air lainnya, sehingga kebocoran bisa dicegah.

Jika terjadi kebocoran , segera perbaiki!
(tabloid rumah)

Friday, February 13, 2009

PENYEBAB UMUM KEBAKARAN DI RUMAH

Ada beberapa hal sebagai penyebab umum timbulnya kebakaran dalam rumah tangga yaitu :
1. Korek Api atau Merokok
Anak-anak sering bermain korek Api. hal ini dapat membahayakan karena dapat membakar benda-benda yang lain. Merokok disembarang tempat kadang sambil tiduran dapat membakar kasur atau putung rokok yang di buang sembarangan dapat menyulut api.

2. Bahaya Listrik

Akibat penangganan listrik yang salah dapat menimbulkan panas dan kebakaran, seperti misalnya :
a. Stop kontak bertumpuk-tumpuk.
b. Penggantian sekring / MCB secara sembarangan atau tidak sesuai ukurannya.
c. Sambungan kabel atau stop kontak yang tidak baik atau kendor.

d. Pemakaian kabel yang ukurannya tidak sesuai dengan bebannya.

e. Hubungan arus pendek (korsleting)
f. Penggunaan arus listrik tidak sesuai dengan ketentuan pada peralatannya.

3. Pemanasan berlebihan dan bahaya memasak.

Penggunaan lampu untuk pemanasan dalam lemari pakaian dan memasak ditinggalkan, setrika yang ditinggalkan dapat menyebabkan pemanasan berlebihan dan mengakibatkan kebakaran.

4. Bahan-bahan mudah terbakar
Penyimpanan bahan-bahan mudah terbakar secara sembarangan dapat menimbulkan bahaya kebakaran, misalnya meyimpan tempat minyak tanah atau bensin dibawah kompor memasak.

5. Gas Elpiji (LPG)

Kondisi yang jelek dari peralatan kompor yang menggunakan gas elpiji, selang dan regulator dapat mengakibatkan bahaya kebakaran.

6. Alat penerangan.
Penggunaan lampu minyak tanpa pelindung api dapat membahayakan, demikian pula penggunaan lampu lilin.


7. Tirai atau bahan-bahan Dekorasi

Penempatan atau pemasangan tirai atau gorden Jendela dekat kompor dapat menimbulkan kebakakan apabila tertiup angin.

PENCEGAHAN BAHAYA KEBAKARAN DI RUMAH
1. Jangan biarkan anak-anak bermain korek Api.

2. Jangan membakar sampah bila angin sedang bertiup keras. Siapkan air bila sedang membakar sampah dan jangan ditinggalkan sampai apinya padam kemudian siram sisa dan bara yang tertinggal.

3. Sesuai dengan PUIL (Peraturan Umum Instalasi Listrik), periksa dan kalau perlu ganti Instalasi listrik rumah setiap 10 tahun.

4. Periksa kondisi peralatan listrik yang sering digunakan dirumah, terutama hubungan kabelnya.
5. Hindarkan hubungan stop kontak bertumpuk-tumpuk.
6. Hindarkan penggunaan lampu sebagai alat pemanas dalam tempat tertutup, misalnya lemari, untuk mencegah pemanasan berlebihan yang tidak terkontrol.
7. Jika memasak, terutama jika menggunakan minyak goreng masakan jangan ditinggalkan diatas kompor menyala tanpa pengawasan, demikian pula jika sedang memasak air.
8. Periksa selalu kondisi botol gas, terutama pada katup dan selang penyalurnya. Gunakan air sabun untuk menchek kebocoran gas tersebut.
9. Jangan gunakan lampu tempel tanpa kaca perlindung api dan batasi nyala apinya jangan sampai terlalu besar.
10.Hati-hati menggunakan lilin untuk penerangan. Jangan gunakan alas yang mudah terbakar. Jangan meletakkan lilin menyala diatas meja bertaplak kain atau plastik.

11.Pastikan bahwa lilin melekat dengan baik pada alasnya dengan posisi tegak lurus, supaya tidak mudah jatuh. Jangan biarkan anak-anak bermain dengan lilin menyala.

12.Hindarkan penempatan tirai atau gorden dekat kompor memasak.
(dari berbagai sumber)

Tuesday, February 10, 2009

Tips Menghemat Listrik

Listrik memang sangat membantu manusia dalam segala aktivitasnya. Namun bila tidak hemat dalam pemakaian, akhirnya energi tersebut akan habis juga.

Bila pemakaian listrik tidak terkendali, selain banyaknya pengeluaran biaya untuk membayar energi yang telah kita pakai, yang terutama yaitu habisnya energi listrik itu sendiri. Apalagi di saat krisis energi sekarang ini yang antara lain disebabkan oleh kekeringan.

Oleh sebab itu, sayangilah listrik anda, mulailah melakukan penghematan. Prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dan menumbuhkan sikap hemat energi listrik di rumah tangga, antara lain menyambung daya listrik dari PLN sesuai dengan kebutuhan. Rumah tangga kecil misalnya, cukup dengan daya 450 VA atau 900 VA, rumah tangga sedang cukup dengan daya 900 VA hingga 1.300 VA. Memilih peralatan rumah tangga yang tepat dan sesuai kebutuhan. Membentuk perilaku anggota rumah tangga yang hemat listrik, seperti: menyalakan alat-alat listrik hanya saat diperlukan, menggunakan alat-alat listrik secara bergantian dan menggunakan tenaga listrik untuk menambah pendapatan rumah tangga (produktif).

Peralatan listrik rumah tangga pada umumnya sudah dirancang untuk pemakaian listrik yang hemat, namun pada praktiknya masih ditemukan pemborosan energi listrik. Hal ini dapat terjadi antara lain karena penggunaan peralatan dengan cara yang kurang tepat.

Lampu Penerangan
1. Memilih jenis lampu yang tepat dan ukuran sesuai dengan kebutuhan.
2. Manfaatkan cahaya alami yang optimal.
3. Menggunakan lampu hemat energi, misalnya lampu TL/Neon atau compac fluorescence.
4. Menggunakan ballast elektronik dan memasang kondensator pada jenis lampu TL/Neon.
5. Menghidupkan lampu hanya pada saat diperlukan saja, dan matikan lampu bila tidak diperlukan lagi.
6. Warna dinding, lantai dan langit-langit yang terang sangat membantu dalam meningkatkan efisiensi lampu penerangan.
7. Memasang lampu penerangan sesuai/sedekat mungkin dengan obyek yang diterangi.
8. Mengatur perabotan rumah agar tidak menghalangi cahaya lampu penerangan.
9. Membersihkan gelas lampu apabila kotor/berdebu agar tidak menghalangi cahaya lampu.
10. Hindari lampu pijar
11. Gunakan lampu-lampu taman pada tempat dan waktu yang sangat diperlukan saja.

Lemari Es/Kulkas.
1. Memilih lemari es dengan ukuran/kapasitas yang sesuai.
2. Membuka pintu lemari es seperlunya.
3. Menempatkan lemari es jauh dari sumber panas, seperti sinar matahari, kompor.
4. Meletakkan lemari es minimal 15 cm dari dinding/tembok rumah.
5. Membersihkan kondensor (terletak di belakang lemari es) secara teratur dari debu dan kotoran, agar proses pelepasan panas berjalan baik.
6. Mengatur suhu lemari es sesuai kebutuhan/tidak terlalu rendah, oleh karena semakin rendah/dingin semakin banyak konsumsi energi listrik.
7. Hindari memasukkan makanan atau air yang masih panas langsung ke dalam kulkas. Biarkan makanan itu menjadi dingin dulu di luar. Baru masukkan ke dalam kulkas atau freezer.
8. Tutup yang rapat kulkas Anda. Sebab kebocoran lewat celah pintu kulkas, akan menyebabkan motor berputar dengan tenaga yang lebih besar. Artinya energi listrik yang terpakai lebih besar.
9. Jangan mengisi kulkas terlalu sesak oleh makanan. Isi yang berlebihan akan membuat sirkulasi udara menjadi berkurang. Akibatnya kompresor harus bekerja lebih keras untuk menjaga suhu udara.
10. Mematikan lemari es bila tidak digunakan dalam waktu lama.

Setrika Listrik.
1. Mengatur tingkat panas yang diperlukan sesuai dengan bahan pakaian yang akan disetrika. Membersihkan bagian bawah setrika dari kerak yang dapat menghambat panas.
2. Mematikan setrika segera setelah selesai menyetrika atau bila akan ditinggalkan untuk mengerjakan yang lain.
3. Gunakanlah setrika otomatis karena lebih hemat listrik.
4. Lepaskan setrika listrik dari stop kontak setelah Anda selesai menyetrika pakaian. Menyalakan setrika listrik dari 450 watt misalnya, adalah sama dengan menyalakan lebih dari 10 buah lampu neon secara serempak.

Mesin Cuci Listrik.
1. Gunakan mesin cuci sesuai dengan kapasitasnya, isi air sesuai petunjuk.
2. Memilih mesin cuci dengan kapasitas sesuai dengan jumlah cucian setiap hari.
3. Memakai mesin cuci sesuai dengan kapasitasnya. Bila melebihi kapasitas, dapat menambah beban pemakaian tenaga listrik.
4. Alat pengering sebaiknya hanya digunakan pada saat mendung atau hujan. Bila hari cerah di jemur saja.
5. Hanya menggunakan mesin cuci apabila jumlah cucian sudah cukup banyak. Jika hanya 2 atau 3 potong pakaian, mengapa tidak Anda cuci dengan tangan saja

Televisi, Radio, Tape Recorder
1. Mematikan televisi, radio, tape recorder, serta peralatan audio visual lainnya bila tidak ditonton atau tidak didengarkan.
2. Jangan biarkan televisi atau radio terus hidup ketika acara telah usai atau sewaktu Anda tak lagi berminat menontonnya/mendengarkannya.
3. Atur brightness dan volume seperlunya

Kipas Angin
1. Membuka ventilasi/jendela rumah untuk memperlancar udara ke dalam rumah.
2. Menghidupkan kipas angin seperlunya.
3. Mematikan kipas angin bila ruangan tidak digunakan, atau gunakan kipas angin yang dilengkapi alat pengatur waktu (timer) dan atur timer sesuai kebutuhan.
4. Memilih kipas angin yang memiliki alat pengatur waktu (timer) dan mengatur timer sesuai dengan kebutuhan.
5. Mengatur kecepatan kipas sesuai keperluan.

Pengatur Suhu Udara (AC).
1. Memilih AC hemat energi dan daya yang sesuai dengan besarnya ruangan.
2. Mengatur suhu ruangan secukupnya, tidak menyetel AC terlalu dingin.
3. Menutup pintu, jendela dan ventilasi ruangan agar udara panas dari luar tidak masuk. Menempatkan AC sejauh mungkin dari sinar matahari langsung agar efek pendingin tidak berkurang.
4. Membersihkan saringan (filter) udara dengan teratur.
5. Biasakan mematikan AC ketika ruangan tak lagi dipakai untuk waktu yang agak panjang. Tutup pintu dan jendela dengan rapat sewaktu AC mulai dihidupkan. Tutup juga tirai jendela untuk menahan sinar matahari dari luar

Penanak Nasi (Rice Cooker)
1. Memilih rice cooker dengan kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan.
2. Meletakkan rice cooker dalam posisi tegak sehingga alat pemutus aliran listrik akan bekerja baik.
3. Memasak nasi sesuai dengan kapasitas rice cooker.
4. Mengusahakan untuk menanak nasi mendekati waktu makan.
5. Memeriksa selalu alat pemutus aliran listrik otomatis. Bila alat ini rusak maka listrik akan terus mengalir ke elemen pemanas meskipun nasi telah matang.

Mesin Pompa Air.
1. Gunakan air secara hemat dan cegah kebocoran air pada kran atau pipa.
Menggunakan tangki penampung air dan menyalakan pompa air hanya bila air di dalam tangki hampir habis, atau menggunakan sistem kontrol otomatis.
2. Gunakan pelampung pemutus arus otomatis, yang akan memutus arus listrik ke pompa air bila air sudah penuh. Semakin sering pompa air "hidup mati", semakin besar daya listrik yang dipakai.
3. Memilih jenis pompa air sesuai dengan kebutuhan dan yang memiliki tingkat efisiensi yang tinggi.

Penghisap Debu (Vacuum Cleaner)
1. Memilih vacuum cleaner sesuai dengan kebutuhan dan dengan daya secukupnya.
2. Membersihkan kantong debu segera setelah selesai menggunakan vacuum cleaner.
3. Menggunakan vacuum cleaner untuk pekerjaan yang cukup berat, bila untuk pekerjaan ringan/kecil gunakan saja sapu dan alat pembersih lainnya.
4. Mematikan segera vacuum cleaner apabila motor menjadi panas atau terjadi perubahan suara motor, kemungkinan terjadi sesuatu yang mengganggu kerja vacuum cleaner.

Alat Pemanas Air (water heater).
1. Pergunakanlah alat pemanas hanya pada saat betul-betul diperlukan. Pemanas air dengan LPG jauh lebih hemat energi..
2. Gunakanlah pemanas air tenaga surya yang bebas biaya energi. Gunakan peralatan pada siang hari..
3. Nyalakan pemanas air (water heater) Anda selama 20 menit sebelum air panas diperlukan lalu matikan.
4. Selain itu, secara rutin lumasi bantalan polos atau as dan gigi transmisi motor-motor listrik.

(PLN)

Mengontrol lampu rumah

Seiring dengan perkembangan jaman, muncul istilah rumah pintar. Dimana kita dapat mengkontrol seluruh alat-alat elektronik yang ada dirumah hanya dengan satu pengontrol pusat, salah satu alat elektronik sederhana yang dapat kita kontrol adalah lampu-lampu di rumah kita. Ada beberapa keuntungan dengan mengontrol lampu penerangan dirumah kita, antara lain adalah:
1. Lebih Hemat Listrik

2. Aman, karena tidak mengesankan rumah sedang kosong apabila sedang ditinggal keluar
3. Hanya titik-titik lampu tertentu yang menyala

Cara yang dapat digunakan

A. Memasang switch sensor cahaya

Sensor cahaya dapat dipasang di fiting masing-masing titik lampu. Kelebihan yang dimiliki sistem ini adalah biaya cukup murah.
Kekurangan menggunakan sistem ini adalah lampu sewaktu-waktu dapat menyala sendiri apabila intensitas cahaya berkurang (misal=mendung) dan daya yang dimiliki alat ini hanya terbatas, biasaya tidak lebih dari 3 Ampere.











B. Memasang timer induk

Alternatif lain adalah menggunakan timer time switch, anda bisa membeli timer merek theben, hager, siemens atau sejenisnya yang kemudian di instalasikan didalam kotak MCB rumah.
Kelebihan sistem timer induk adalah, memiliki kecakupan ampere yang besar (sampai 16 Ampere) sehingga mampu menyalakan lampu seluruh rumah secara serentak, waktu on dan off dapat diatur sekehendak hati (tidak tergantung intensitas cahaya), lebih rapi karena terinstal menyatu dengan MCB rumah
Kekurangan sistem ini, adalah biaya yang dikeluarkan cukup tinggi, membutuhkan instalasi tersendiri untuk lampu-lampu seluruh rumah yang terpisah dari instalasi beban lain seperti lemari es, pompa air, TV, Air Conditioner dan lainnya.
Dengan pengatur lampu otomatis, lampu bisa dinyalakan dan dimatikan secara otomatis sesuai waktu yang ditentukan, ketika Anda ingin meninggalkan rumah sebelum bekerja, jalan-jalan ataupun berlibur.
Menggunakan sistem ini, rumah tidak hanya menjadi lebih nyaman dan aman, pemakaian listrik juga akan lebih efesien. (ton)

Monday, February 02, 2009

Mencegah Rembes dan Bocor

Salah satu problem pada rumah di iklim tropis adalah rembes dan bocor. Keretakan setipis rambut saja sudah cukup membuat tembok dirembesi air. Belum bicara kualitas bangunan yang di bawah standar, yang membuat dinding, lantai, dak, dan atap mudah menyerap air. Problem itulah yang membuat orang butuh cat pelapis antibocor (waterproofing coating). Aquaproof terbilang produk pertama yang menangkap kebutuhan itu. Jangan heran selama 20 tahun mendominasi pasar waterproofing di Indonesia. Tapi, beberapa tahun belakangan pemain lain mulai meramaikan pasar. Sebagian produk impor, beberapa produk lokal. Sebutlah Chemson, Flinkote, ShowerTite Bondall, NoDrop, AM, Sikka, Ultraproof, dan Damdex.

Elastis
Chemson asal Singapura misalnya, menawarkan aneka waterproofing untuk berbagai area bangunan. Misalnya, untuk dinding luar yang sering diterpa hujan dan panas, ada HeatShield, pelapis antibocor sekaligus penepis panas. HeatShield terbuat dari elastomeric yang sangat elastis (> 180 persen) dan hollow microsphere yang bisa memantulkan panas hingga 76 persen dan menurunkan suhu ruangan hingga empat derajat celcius. “Karena sangat elastis, kalau terjadi retak rambut, HeatShield tetap akan menutupnya,” Elastisitas itu penting untuk menghadapi proses muai-susut akibat pengaruh cuaca. Sementara untuk dak terbuka Chemson menyediakan New Coat dari microfibre yang diklaim lebih kuat dan tahan. Sedangkan untuk area basah ditawarkan Fastflex dari cementitious polymer yang tahan terhadap tekanan air. Begitu pula Shell Flinkote, menawarkan varian pelapis antibocor berbeda, seperti Flinkote Colourflex untuk genteng dan karpusan, Flinkote Colourflex Wall untuk dinding luar, serta Flinkote 3 untuk dak beton dan dinding/lantai kamar mandi.

Dicampur semen
Aplikasi pelapis antibocor seperti cat biasa, dengan kuas, roll, atau trowel. Tapi, ada juga yang diaplikasikan dengan cara lain seperti Damdex dari Jerman. Untuk menutup dan mencegah rembes dan bocor misalnya, Damdex dicampur semen dan air dan diaduk. Campuran dikepal dengan tangan hingga setengah panas, lalu dioleskan pada bidang yang rembes dan bocor atau berpotensi rembes dan bocor. Adukan diklaim aman sehingga aplikasi tidak perlu sarung tangan. Lapisan akan membeku dalam lima menit. Untuk hasil optimal sebelumnya saring adukan dengan kawat nyamuk. Damdex juga bisa diaplikasikan pada area basah. Caranya dengan mencampur cairan Damdex dengan semen dan air kemudian dioleskan pada lantai kamar mandi dan kolam renang. Setelah itu baru pasang keramik.

Khusus area basah
Lain lagi ShowerTite Bondall, waterproofing berbentuk cairan bening ini khusus untuk area basah. Aplikasi langsung dioleskan pada keramik dan natnya tanpa mengubah tampilan keramik. “Sebelum diaplikasikan, permukaan lantai dan dinding harus bersih dari bekas sabun atau sisa kotoran (sealent). Bila nat keramik rusak, perbaiki dulu dengan pengisi nat baru. Kamar mandi juga harus dikeringkan 24 jam sebelumnya. Waterproofing dari elastomeric tersedia dalam aneka warna, tidak hanya abu-abu, sehingga bisa diselaraskan dengan cat eksterior dan interior. HeatShield misalnya, tersedia dalam warna biru muda, krem muda, grey, marun, dan cokelat. Newcoat mempunyai tiga pilihan warna: hijau, merah muda, dan abu-abu. Sementara Flinkote Colourflex dan Flinkote Colourflex Wall tersedia dalam warna putih, abu-abu, merah, hijau, krem, abu-abu tua, bening, dan coklat tua. Sedangkan Damdex tidak memiliki pilihan warna.

Jenis waterproofing
Biasanya rembes dan bocor berasal dari dinding, lantai, atap, dan dak. Karena itu yang dibutuhkan pelapis antibocor yang kedap air, elastis, kuat melekat, tahan cuaca, mudah diaplikasikan, dan tidak beracun, untuk itu Anda perlu mengenal jenis-jenis waterproofing. Waterproofing terdiri dari beberapa jenis dilihat dari basis bahan bakunya dengan plus minus masing-masing, Yaitu :

Waterproofing berbasis bitumen (aspal) bisa langsung diaplikasikan (ready for use), tapi tidak cocok untuk ruang luar karena tidak UV resistance (tidak tahan terhadap sinar matahari). Bila terkena sinar matahari, pelapis akan cocking (seperti meleleh). Warnanya tidak mungkin bersifat dekoratif karena pigmen apapun akan kalah oleh warna hitam aspal. Saat ini waterproofing berbasis bitumen makin jarang dipakai.

Waterproofing berbasis cementitious (semen) cocok untuk area yang selalu terendam air seperti kolam renang dan kamar mandi, tapi tidak ready for use (aplikasi tidak praktis), tidak bisa dibuat berwarna, dan harus dicampur dan diaduk dulu baru diaplikasikan. Adukan harus dipakai habis karena akan mengeras.

Waterproofing berbasis elastomeric, (polimer) cocok untuk ruang luar karena lebih elastis (elongesitas tinggi), ready for use, UV resistance, bisa aneka warna, tapi kurang kuat untuk bagian bangunan yang terkena air terus menerus. Karena itu untuk area berair atau selalu basah, Aquaproof menawarkan Aquagard yang berbasis cementitious.

majalah Estate

Wednesday, January 07, 2009

Manajemen Pengamanan Mandiri di Kompleks Perumahan

Sekelompok anak muda bergaya preman menerobos ke dalam kawasan suatu perumahan elite dan memaksa meminta uang kepada penghuni perumahan yang pintu rumahnya sedang dalam keadaan terbuka. Bisa dibayangkan, betapa kaget dan marahnya warga di perumahan itu. Beberapa warga bahkan kontan menelepon kantor pengelola perumahan untuk menyatakan kekesalannya. Mereka merasa kehilangan rasa aman dan kenyamanan mereka terusik. Padahal selama ini mereka membayar iuran yang cukup mahal untuk penjagaan dan pengamanan.

Petugas keamanan yang berjumlah tiga orang ternyata masih berada di pos mereka yang merupakan akses tunggal perumahan tersebut. Lalu, bagaimana hal ini bisa terjadi? Lewat jalur mana "preman-preman" itu memasuki area perumahan?

Setelah diusut, ternyata rombongan pelaku "pemerasan" di perumahan itu dipimpin oleh keponakan salah seorang petugas keamanan yang bertugas saat itu. Sang petugas membiarkannya "lewat" karena hubungan kekerabatan semata.

Tanggung jawab
Kasus seperti itu sering dijumpai di banyak perumahan di berbagai kota besar Indonesia. Hanya lantaran hubungan kekeluargaan, seorang petugas keamanan di kantor, di perumahan, ataupun di pabrik membuang dan menanggalkan tanggung jawabnya begitu saja. Padahal harta dan nyawa yang mesti dilindunginya bisa hilang dengan mudahnya akibat sikap yang tidak bertanggung jawab itu. Tanggung jawab adalah kunci dalam tugas pengamanan. Inilah inti yang harusnya jadi syarat utama dalam manajemen perekrutan tenaga satuan pengaman. Pada banyak kasus penerimaan tenaga keamanan disuatu perumahan, pengembang umumnya lebih mengarah pada penduduk di sekitar lahan perumahan yang akan dibangun karena pertimbangan banyak hal. Biasanya dipilih dari beberapa golongan, seperti, para jagoan (preman) atau tokoh masyarakat sekitar lokasi perumahan itu. Faktor inilah yang selalu menggeser masalah moral (tanggung jawab) ke urutan di belakangnya. Tak perlu heran jika kemudian yang didapat adalah tenaga keamanan yang tidak "aman".

Pengeluaran
Sesungguhnya berapa pengeluaran yang mesti dibayarkan setiap bulannya untuk suatu pengamanan yang layak di suatu kawasan perumahan? Jawabannya adalah tergantung dari "kelas" perumahan itu sendiri. Semakin "borju" suatu kawasan perumahan, semakin tinggi pula iuran keamanan yang ditarik. Sebagai bayangan, penghuni perumahan kelas menengah di setiap kota besar setidaknya harus menyediakan Rp 200.000-an setiap bulan. Bisa diperkirakan berapa iuran keamanan suatu perumahan super elite di Jakarta. Biaya ekstra yang dikeluarkan akan jauh lebih besar lagi jika Anda termasuk penghuni yang doyan pulang larut malam. Paling tidak Anda harus menyiapkan uang tip untuk petugas keamanan yang menjaga pos yang membukakan portal atau gerbang, kecuali Anda termasuk warga perumahan yang tidak paham "cara" berterima kasih.
Jadi, sesungguhnya biaya yang dikeluarkan memang cukup layak untuk menuntut jaminan keamanan yang memadai sebagai imbalannya. Toh banyak tenaga keamanan yang masa bodoh dan lupa bahwa selama ini hidupnya sekeluarga dibiayai oleh iuran warga perumahan tempatnya bekerja. Mereka lupa bahwa ditangan mereka pula diserahkan keselamatan jiwa dan harta benda para penghuni perumahan.

Manajemen moral
Manajemen pengamanan pada perumahan (terlebih perumahan elite) harusnya profesional dan tidak asal-asalan. Beberapa inisiatif perlu diupayakan untuk mencapai manajemen pengamanan yang berkualitas, misalnya, merekrut tenaga (karyawan) pengamanan yang memiliki pengetahuan cukup luas dengan pendidikan formal yang memadai, mencari tim pengamanan "jebolan" kepolisian atau TNI tentu lebih berwibawa, berpengalaman, dan mengerti soal hukum.
Di luar itu, pendapatan yang diberikan kepada tenaga pengamanan harus pula mencukupi dan menyejahterakan hidup mereka demi ketenangan dan kenyamanan mereka dalam melaksanakan pekerjaan. Dengan demikian, konsentrasi dan pikiran mereka akan lebih fokus pada tugas atau pekerjaan. Di atas itu semua, inisiatif yang paling penting ialah persoalan akhlak atau moral yang baik. Moral untuk bertanggung jawab terhadap tugas atau pekerjaan yang dijalani, moral untuk tidak mencari keuntungan dengan cara-cara melawan hukum, moral untuk taat hukum secara total, moral untuk tunduk dan berdedikasi penuh pada segala peraturan, kebijakan, dan tugas yang diberikan perusahaan kepadanya.

Mencari tempat tinggal yang nyaman dan aman adalah impian semua orang. Pilihan ini bahkan mengalahkan pilihan lain, semisal, kualitas bangunan atau desain eksklusif. Keamanan memegang poin paling tinggi saat seorang user menjatuhkan pilihan terhadap sebuah hunian yang akan ditempati. Mestinya pengembang juga jeli mengawasi soal ini, dan jika perlu, memanfaatkannya sebagai salah satu point seller yang ampuh.

Yoppy OL Pemerhati Masalah Rumah (Kompas)

Thursday, December 04, 2008

Rumah dalam kawasan / Cluster jadi kebutuhan

Kebutuhan rumah yang aman dan nyaman serta terjaga keindahan lingkungannya, menjadikan rumah dalam kawasan (cluster) menjadi trend pasar properti yang berkelanjutan. Karena dengan konsep rumah cluster dengan satu pintu masuk dan keluar (one gate system) penghuni akan mendapatkan kenyamanan serta jaminan lingkungan yang tertata dan bersih serta terbebas dari gangguan. Bahkan, keamanan dan kenyamanan dalam rumah cluster sangat dibutuhkan oleh keluarga yang memiliki anggota keluarga yang masih kecil. Dasar seperti itulah yang membuat kebutuhan rumah cluster semakin diminati dan dibutuhkan masyarakat.

Saat ini bukan hanya rumah hunian kelas menengah ke atas saja yang menerapkan konsep rumah cluster. Rumah kelas bawah seperti rumah sederhana (RS) dan rumah sederhana sehat (RSH) semuanya telah mengikuti konsep rumah cluster dengan menggunakan satu pintu.

Selain itu, konsep rumah cluster juga sebagai salah satu strategi pengembang untuk menyiasati keterbatasan dana investasi pembangunan perumahan. Seperti halnya keterbatasan bahan baku, ketersediaan tanah, dan melihat kondisi peluang pasar perumahan. Pada umumnya, pengembang akan membangun rumah dalam suatu cluster, setelah rumah dalam cluster yang dibangunnya tersebut terjual habis barulah pengembang melanjutkan mengembangkan rumah di cluster berikutnya. Dengan konsep pengembangan rumah secara cluster tersebut menjadi upaya pengembang untuk membangun perumahan secara bertahap, dan hal itu sudah lazim dilakukan oleh pengembang perumahan sekarang ini untuk memenuhi permintaan pasar.

Pengembangan rumah cluster juga menjadi andalan dari Jayaland group selaku pengembang perumahan Surya Regency - Sidoarjo. Di perumahan Surya Regency saat ini masih terbagi dalam 4 blok yang masing-masing blok memiliki ciri type rumah tertentu. Dengan konsep tersebut, pengembang bisa menawarkan produk rumah yang disukai pembeli. Apalagi bila, di masing-masing blok tersebut dicirikan dengan type atau disain tertentu.